Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo melakukan pemeriksaan
terhadap sejumlah penerima laptop Chromebook. Pemeriksaan ini dilakukan atas
dasar perintah Kejaksaan Agung (Kejagung), terkait dugaan kasus dugaan korupsi
pengadaan Chromebook yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristekdikti) Nadiem Makarim.
Kasi Intel Kejari Solo, Widiarso Nugroho, mengatakan
pihaknya hanya sebatas memfasilitasi proses dari Kejagung. "Di Solo ada
sejumlah sekolah yang kita periksa. Kaitan ini, Kejari Solo hanya dimintai
bantuan dari Kejagung. Jadi format pertanyaan sudah dari Kejagung. Yang
(diperiksa) penerimaan manfaatnya," kata Widiarso saat dihubungi awak
media, Rabu (10/9/2025).
Dia mengatakan, pemeriksaan sudah selesai dilakukan.
Namun ia belum membeberkan sejak kapan pemeriksaan dilakukan, dan ada berapa
sekolah yang diperiksa terkait kasus Chromebook tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota
Solo, Dwi Aryatno, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pihak terkait kasus
tersebut. Ia menyebut, sebagian besar yang dipanggil adalah pejabat lama serta
pengelola program saat Chromebook digulirkan pada 2020 hingga 2022.
"Benar, kemarin ada beberapa yang dimintai
keterangan, kaitannya dengan pengumpulan materi pembuktian," kata Dwi. Saat
pendistribusian laptop Chromebook tersebut, Dwi mengatakan belum menjabat
sebagai Kepala Disdik Solo. Sehingga dia mengaku belum ada pemanggilan
pemeriksaan tersebut.
Dia menuturkan, dokumen dan data pendukung sudah
dilaporkan ke kejaksaan melalui pejabat yang sebelumnya dimintai keterangan. "Sebagian
besar klarifikasi diarahkan ke penerima manfaat. Dari yang saya dengar, yang
dipanggil waktu itu Bu Dian Rineta, Bu Etty Retnowati sebagai pengelola, juga
pejabat di tingkat kabid. Pemanggilan itu sekitar dua minggu yang lalu,".
jelasnya.
Meski demikian, Dwi mengaku belum mengetahui jumlah
sekolah yang sudah dimintai keterangan. Data tersebut masih dihimpun dan akan
menjadi bagian dari bahan pembuktian Kejagung. "Kalau jumlah sekolah, saya
belum mendapat angka pastinya. Karena semuanya masih dihimpun, termasuk data
penerima Chromebook. Yang jelas, ini memang terkait pengadaan tahun 2020 sampai
2022,"

0 comentários:
Posting Komentar