Boyolali – Di tengah dinamika pelayanan publik yang terus berkembang, kehadiran ASN muda yang bersemangat dan adaptif menjadi angin segar bagi pemerintah daerah. Salah satunya adalah Acil Firdaus, S.Kom., aparatur sipil negara kelahiran Cilacap, 8 November 1986, yang kini bertugas di Kabupaten Boyolali dengan jabatan JFT Kewaspadaan Dini dan Kerja Sama.
Acil mengawali kariernya dari jenjang kepangkatan Golongan
II/a, kemudian perlahan naik berkat konsistensi kinerja hingga mencapai
Golongan III/b (Penata Muda Tingkat I). Perjalanannya sebagai ASN mencerminkan
kerja keras dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai tantangan birokrasi.
“Tugas ASN itu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Yang penting kita
tetap belajar dan siap melayani,” ujar Acil ketika ditemui di kantornya di
Kompleks Perkantoran Terpadu, Kemiri, Mojosongo, Boyolali.
Sebelum mengabdi di Boyolali, Acil menghabiskan masa
tugasnya di Kantor Wali Kota Jakarta Timur sejak 2006 hingga 2024. Pengalaman
panjang bekerja di lingkungan perkotaan yang cepat dan dinamis memberinya
banyak pelajaran tentang ketelitian, kedisiplinan, dan pentingnya komunikasi
dalam pemerintahan.
Pada tahun 2025, ia resmi dipindah tugaskan ke Kabupaten Boyolali. Mutasi tersebut ia jalani dengan sikap positif, sebagai kesempatan untuk berkontribusi di lingkungan kerja baru dan mengenal dinamika masyarakat daerah. “Pindah tugas itu bagian dari proses karier ASN. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap memberikan yang terbaik sesuai amanah,” kata Acil. Rekan kerjanya menggambarkan Acil sebagai pribadi yang ramah dan mudah berbaur. “Beliau cepat menyesuaikan diri dan membawa energi baru bagi tim,” ujar Rudi (34), salah satu pegawai di Bakesbangpol Boyolali.
Dalam pekerjaannya sehari-hari, Acil dikenal cermat mengelola data, memeriksa informasi, dan memastikan hasil pekerjaannya tersusun rapi. Tugas-tugas administratif dan pemantauan situasi yang ia jalankan membuatnya menjadi salah satu pegawai yang diandalkan dalam menjaga kelancaran arus informasi di lingkungan Bakesbangpol. Bagi banyak rekan, ketelitian dan konsistensi Acil membuatnya menjadi sosok yang mudah dipercaya. Selain itu, gaya komunikasinya yang sederhana dan terbuka membantu menciptakan suasana kerja yang hangat. “Beliau tidak kaku. Kalau ada hal yang harus dikoordinasikan, cara komunikasinya enak dan jelas,” ungkap Tiara (29), pegawai lainnya.
Di luar pekerjaan, Acil menjalani kehidupan yang
seimbang melalui hobi jogging dan kuliner. Ia sering berlari di sekitar
Boyolali untuk menjaga kebugaran, sekaligus mengenal lingkungan barunya melalui
sudut-sudut kota yang ia lewati. Kecintaannya
pada kuliner juga membuatnya cepat menyatu dengan masyarakat. Mencoba makanan
khas daerah baginya bukan hanya soal rasa, tetapi cara memahami budaya lokal.
Aktivitas sederhana ini kerap ia bagikan melalui akun Instagramnya,
@acil.firdaus00.
Sebagai ASN muda dengan pengalaman panjang di ibu kota, Acil Firdaus membawa warna baru dalam pelayanan publik Kabupaten Boyolali. Dedikasinya terlihat dari cara ia menjalankan tugas, disiplin yang ia jaga, serta keterbukaannya dalam bekerja sama dengan rekan-rekan di kantor. “ASN itu bukan hanya soal jabatan, tapi soal tanggung jawab. Kita bekerja agar masyarakat merasa terbantu dan pemerintah berjalan dengan baik,” tegasnya.
Dengan karakter yang tenang, responsif, dan mudah berbaur, Acil Firdaus, S.Kom. menjadi salah satu wajah baru birokrasi Boyolali yang hadir dengan sikap positif dan profesionalisme. Perjalanannya menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus disorot, tetapi terasa melalui langkah-langkah kecil yang ia lakukan setiap hari.

0 comentários:
Posting Komentar